Minggu, 05 Juni 2016

artikel kesehatan

Cara Ampuh Menghilangkan Bau Mulut saat Puasa


Bau mulut saat puasa memang sangat mungkin terjadi, bahkan sulit dihindari. Sebab, mulut yang tidak beraktifitas dan cenderung kering, ditambah dengan adanya bakteri yang berkembang dalam mulut menyebabkan aroma tidak sedap keluar dari mulut pada saat berbicara atau berbincang-bincang dengan orang lain. Hal itu tentu sangat mengganggu aktifitas dan kepercayaan diri seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Meskipun di hadapan Allah SWT, bau mulut orang yang sedang puasa jauh lebih wangi dibanding wangi minyak bunga kasturi, tetapi secara kasat mata bau mulut sangat mengganggu. Di bawah ini ada sejumlah cara menghilangkan bau mulut saat puasa yang dapat Anda coba agar mulut tetap segar dan wangi selama puasa ramadhan.

Cara mencegah bau mulut saat puasa

Minumlah air putih tidak kurang dari 8-10 gelas setiap hari di antara waktu berbuka dan sahur agar bau mulut dapat cepat dinetralisir. Air putih juga akan membantu meningkatkan produksi air liur (saliva) di dalam rongga mulut, yang nantinya dapat membantu menjaga kebersihan mulut.
Selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, caranya adalah dengan menyikat gigi rutin setelah berbuka dan setelah makan sahur, jangan lupa untuk membersihkan bagian lidah. Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss) untuk menghilangkan sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi. Sisa-sisa makanan yang tertinggal dapat membusuk dan menyebabkan bau mulut.
Cara mengatasi bau mulut saat puasa juga dapat menggunakan teh hijau. Seduhan teh hijau tanpa gula yang diminum saat berbuka dan sahur dapat mengobati bau mulut yang terjadi selama puasa. Teh hijau mengandung polyphenol, yang mampu membunuh bakteri di dalam mulut dan saluran pernafasan. Selain itu, teh hijau ini juga dapat mengurangi peradangan dalam rongga mulut dan saluran pernafasan akibat asap rokok.
Makanlah buah dan sayur saat berbuka dan sahur, sayuran dan buah-buahan akan menyegarkan mulut yang berpuasa seharian, terutama buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, dan bengkuang.
Hindari rokok. Merokok hanya akan memperburuk bau mulut yang dialami. Selain mengganggu kebersihan mulut, aroma dari rokok itu sendiri juga sangat tidak sedap.
Jauhi makanan-makanan dengan bau menyengat, seperti jengkol, petai, bawang, dan durian selama puasa saat buka dan sahur.
Kurangi konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi untuk mencegah gigi keropos dan berlubang.
Jangan makan makanan yang lengket dan dapat menempel di gigi, misalnya cokelat, biskuit, es krim, kue-kue basah, dan sebagainya. Jika Anda tetap ingin memakannya, segera berkumur untuk membersihkan mulut Anda dari sisa-sisa makanan tersebut agar tidak menempel di gigi Anda lebih lama.
Pakai obat kumur yang mengandung antiseptik untuk membersihkan mulut dan mengobati bau mulut tak sedap saat puasa. Antiseptik akan membunuh kuman dan bakteri penyebab bau mulut
Berolahraga ringan, dan jangan tidur terlalu lama di siang hari dapat membantu meminimalisir bau mulut yang terjadi.
Hubungi dokter jika mengalami masalah lebih serius pada mulut, seperti gigi berlubang, karang gigi, peradangan atau sariawan yang cukup parah.
Selamat mencoba beberapa cara menghilangkan bau mulut saat puasa yang telah disebutkan di atas, semoga berhasil dan selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi seluruh umat muslim yang menjalankannya.

Jumat, 03 Juni 2016

artikel kesehatan

Health Food
Khasiat Bawang Putih untuk 8 jenis penyakit


KOMPAS.com - Bawang putih memang memiliki bau yang menyengat dan membuat sebagian orang tidak menyukainya. Namun, sudah sejak lama bawang putih digunakan sebagai obat bahkan menjadi makanan yang dikonsumsi oleh budaya timur kuno. Hingga saat ini, bawang putih masih terus eksis digunakan baik sebagai obat maupun tambahan makanan. Berikut manfaat bawang putih untuk berbagai jenis penyakit.

1. Membantu mengobati jerawat

Dengan cara yang benar, bawang putih dapat membantu mengobati jerawat. Bawang putih yang dipotong atau dihancurkan akan melepaskan senyawa yang berguna sebagai pembersihan darah serta memiliki sifat antibiotik. Sehingga mereka akan membantu mengobati jerawat. Meski demikian, kita tetap harus melakukan pengobatan untuk jerawat, karena bawang putih hanya membantu mempercepat proses penyembuhan jerawat.

2. Meningkatkan kesehatan jantung

Siapa sangka bawang putih dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung kita. Bawang putih mampu mengurangi kolestrol dan menurunkan tekanan darah, sehingga ini akan mencegah penyakit jantung dan stroke. Hal ini dikarenakan bawang putih mengandung allicin yang dapat membantu mengurangi kadar kolestrol.

3. Mencegah pembekuan darah

Sifat pembersih yang terkandung pada bawang putih memungkinkan untuk membersihkan arteri dan vena, yang kemudian akan mengencerkan darah serta melancarkan aliran darah. Selain itu juga dapat meningkatkan produksi oksida nitrat di dalam darah, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan melarutkan pembekuan darah.

4. Mencegah kanker

Bawang putih memiliki sifat melawan kanker alami yang membantu sistem kekebalan tubuh kita. Bawang putih mampu mencegah berbagai jenis kanker, seperti kanker usus, kanker pancreas, kanker prostat, kanker perut, dan kanker payudara. Mereka juga dikenal dapat menghancurkan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh manusia.

5. Membantu dalam perlawanan infeksi

Bawang putih mengandung allicin, vitamin C, B6, kalium, kalsium, selenium, magnesium, dan flavonoid yang besar untuk melawan infeksi karena kandungan-kandungan tersebut dapat membunuh bakteri, jamur, dan virus.

6. Mengobati masalah tenggorokan

Sifat antioksidan dan antibakteri yang dimiliki bawang putih dapat membantu menyembuhkan batuk, sakit tenggorokan, dan radang tenggorokan. Jika kita mengalami gatal pada tenggorokan, kita bisa menguyah sepotong kecil bawang putih atau mencampurnya ke dalam jus wortel atau jus apel. Dengan demikian, bawang putih juga dapat mencegah flu dan demam.

7. Mengurangi tingkat gula darah

Bawang putih memang dapat membantu meningkatkan insulin di dalam darah, sehingga ini dapat membantu penderita diabetes. Namun, ini tidak berarti kita berhenti melakukan pengobatan dari dokter. Tetap lakukan pengobatan dari dokter dan mencoba bawang putih sebagai pengobatan tambahan.

8. Mengobati sakit gigi

Sifat antibakteri dan anesthetizing pada bawang putih dapat membantu mengobati sakit gigi. Untuk mengurangi rasa sakit, ita bisa meletakan bawang putih cincang pada gigi yang sedang sakit.

Meski bawang putih memiliki bau yang tidak sedap bagi sebagian orang, dengan banyaknya manfaat yang dimiliki bawang putih, kini tidak ada alasan lagi untuk kita menghindarinya, ya.